Tradisi, Lupa dan Melupakan

Monday, July 11, 2016

Lebaran adalah waktu yang pas untuk ngelebarin badan. Bagi sebagian orang, momen ini sangat ditunggu-tunggu karena bisa dengan puas melahap semua hidangan yang disajikan. Selain itu, lebaran juga merupakan ajang untuk ngelebarin isi dompet dengan amplop-amplop putih yang kalo angka umurnya semakin besar, maka semakin kecil angka dari isi amplopnya. 

Menurut gue, ada dua hal yang sangat berkaitan erat dengan lebaran, yaitu lupa dan melupakan. Hal yang pertama adalah lupa, yoi, lupa akan kandungan makanan yang berbaris berjejeran di atas meja dan di atas karpet rumah yang lebih bersih dari hari-hari biasanya.

Lupa akan berapa banyak kalori yang masuk ke dalam tubuh, lupa akan berapa banyak jenis makanan yang digerus terus tanpa putus oleh usus dan lupa akan berapa banyak pertanyaan kapan nikah yang selalu dibantah dan dijawab entah.

Sudah menjadi tradisi kental di negara kita Indonesia, lebaran haruslah berbahagia dengan bisa saling silaturahmi sama tetangga dan sanak saudara. Tak lupa juga ibu-ibu berlomba menyajikan hidangan yang macam-macam rupanya, bahkan beberapa diantaranya adalah hidangan yang setiap tahun harus selalu ada dan tak ada yang bisa menggantikannya.

Di negeri twitter sana, setiap tahun selalu saja ada yang lucu-lucuan mengkotak-kotakan hidangan khas lebaran. Bukan geng dan bukan club seperti para anak motor, tetapi team. Ada Team Nastar, ada Team Kastengel, Team Khong Ghuan dan ada pula Team Kerupuk di dalam kaleng Khong Ghuan.
Ini Bukan Kue Nastar (via sidomi.com)
Selain dari jenis hidangan cemilan, main course pun dibagi beberapa team, dua diantaranya adalah Team Opor dan Team Rendang. Belum lagi dari sumber karbohidratnya, ada nasi sama ketupat sekalian nasi jagung sama sagu. Masih banyak lagi tim-tim lainnya yang beredar di twitter dengan memberi hesteknya masing-masing biar gampang diikuti.

Halah, apapun makanannya, yang paling penting lebarannya. Lupakan semua jenis dan kandungannya, lahap saja hingga perut mekar memerdekakan tuannya.

Hal yang kedua yang berkaitan dengan Lebaran adalah melupakan. Melupakan di sini merupakan penghapusan memori yang berisi junk file atau kesalahan-kesalahan orang lain supaya bisa melapangkan hati sebesar-sebesarnya memberikan maap yang setulus-tulusnya.


Melupakan adalah cara yang paling mudah dan efisian untuk memaapkan, karena sama persis halnya dengan memberikan maap yang sebesar-besarnya. Coba bandingkan dengan yang meminta untuk dimaapkan. Memang sedikit tabu sih, tapi seenggaknya dengan melupakan, kita lebih berbesar hati melapangkan pintu maap daripada harus meminta-minta untuk dimaapkan. Berkesan lebih sangar juga kan? Selain itu bukannya inti dari lebaran adalah saling memaapkan, bukan saling meminta maap.

Satu lagi, tradisi yang paling berkesan ketika lebaran adalah pepuisian. Entahlanh ini siapa yang mulai. Orang-orang seperti berlomba-lomba membuat kata-kata manis yang ditata sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah sajak yang rupawan berisi kata-kata yang ujung-ujungnya meminta untuk dimaapkan oleh orang yang dikirimkan pesan demikian. Media sosial dan aplikasi chat adalah pemicu utama supaya pepuisian tadi bisa dengan mudah disebarluaskan.

Beribu broadcast message di BBM isinya demikian. Begitu pun status-status terbaru di berbagai media sosial. Bahkan nggak sedikit orang yang pepusiannya sama persis dengan pepuisian tahun kemarin. Yak, pastinya broadcast message kayak gitu nggak pernah gue bales karena gue lebih respect sama orang yang chat gue secara langsung atau bahasa kerennya mah japra, eh japri.

Udah ah, lebarannya udah abis, begitu pula liburannya. Besok sudah harus mulai beraktifitas seperti semula. Minal aidzin wal faidzin semuanya. Atos heula nya.

Salam,

-Aa Indra yang belum berkeluarga-

You Might Also Like

2 komentar

  1. nice artikel, lupa sama diet , jadi lupa kalau badan melar, semua dimakan. melupakan kesalahan orang lain itu juga sesuatu yang harus ikhlas

    ReplyDelete
  2. Sumpah, penutupnya sih parah loh. Bukan yang "Minal aidzin wal faidzin" tapi yang "Aa Indra yang belum berkeluarga" :)) Gue jadi lupa poin pentingnya gara2 ngakak baca itu :))

    ReplyDelete

Thanks guys udah baca postingan sampai akhir. Silakan komentar tentang postingan di atas. Berilah komentar yang sopan dan jangan lupa untuk terus mampir ke sini. Happy Blogging! ~\o/